Akan ada canda, tawa, duka, dan rasa lainnya
Datang dan pergi menerpa mereka
Inilah dia kisah sepasang anak manusia.....(hahaha,lebay)
Together
SMA Tunas Bangsa-Merupakan salah satu kota SMA favorit di kota ku. Berbagai penghargaan telah di raih oleh SMA ini. Mulai dari penghargaan sebagai sekolah hijau, sekolah paling berprestasi dan segudang prestasi lainnya. Tak heran bila banyak orang tua maupun siswa yang berlomba-lomba untuk bersekolah disana. Namun, sayangnya sekolah ini terkenal dengan syarat masuk yang cukup sulit. Sehingga banyak sekali orang yang gagal masuk di sini. Oh ya, selain terkenal dengan muridnya yang pintar siswa di sini tergolong kalangan menengah atas. Ya...meskipun ada pula murid dari kalangan bawah, tapi frekuensinya sedikit sekali.
Ohh..tidak, jangan berpikir aku bersekolah di SMA Tunas Bangsa. Aku tidak bersekolah di sana. Aku bersekolah di SMA Pusaka. Letaknya tidak jauh dari SMA Tunas Bangsa. Tapi jangan salah, soal kualitas sekolahku amat sangat jauh tertinggal dengan SMA Tunas Bangsa. Bisa di bilang berbanding terbalik lah. Kualitas sekolahku sebenarnya cukup baik, hanya saja sekolahku ini terkenal sebagai sekolah pembuat onar dan di cap sebagai sekolah buangan. Sebenarnya julukan itu tak sepenuhnya salah, karena pada kenyataannya sekolahku memang menampung murid sisa dari sekolah lain. Dan soal julukan sebagai sekolah pembuat onar karena hampir setiap bulan sekolahku ini berurusan dengan polisi. Apalagi kalo bukan soal tawuran. Ditambah sekolahku yang mayoritas cowok, mungkin sekitar 80 %, membuat sekolahku semakin liar dan ganas.
Aku???jangan salah paham dulu, sebenarnya aku tidak mau bersekolah di SMA Pusaka. hanya saja, nilaiku pas-pasan dan otakku juga tidak encer. Jadi terpaksa lah aku masuk ke SMA ini. tak apa lah, untung masih bisa sekolah,benar tidak? Patut di syukuri kan?
" Han "
"........."
" Hana"
".........................................."
" Rayiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.....woi bangun" kata kakakku, Rayu
" Iyyyyaaa iyyyyyaaaa...aku udah bangun. Jangan panggil aku Rayi, kak " kataku.
" Klo gitu cepat turun....R-A-Y-I" balasnya dengan mengeja namaku per huruf.
" CEREWETTTTTT". Teriakku kesal.Huh....mesti Rayi lagi.
Kakakku selalu memanggilku Rayi. Memang tidak salah si, mengingat namaku Rayi Hana. tapi, entah mengapa kata " RAYI " cukup mengusikku. Bukan karena aku tidak mensyukuri nama ini, hanya saja kesannya aku kembar dengan kakakku, Rayu Hana. Lalu apa masalahnya? Itu karena membuatku serasa kembar dengan kakakku. Sejujurnya aku malu, karena sifat kami yang bertolak belakang ini. Kakakku cantik, pintar memasak, dan baik hati. Sedangkan aku? udah jelek, gak bisa masak, jahat lagi....hohoho. Dan itu membuatku sedikit minder, apalagi saat mendengar omongan orang. Dan sepertinya kakakku mengetahuinya dan semakin menjadi memanggilku begitu. Tapi tak apalah...udah biasa.
Akupun menuju ruang makan dengan seragam ciri khusus SMA Pusaka, kemeja putih dengan rok warna hitam kotak-kotak panjang. Oh ya, saat ini aku sudah kelas 1 semester 2 loooo. Dan ini hari pertamaku setelah libur panjang semester ganjil. Ps : jangan ditanya soal nilai raport ya, soalnya nilaiku jelek banget.
" Ibu udah berangkat kerja " Jawab kakakku sambil mengunyah nasi di mulutnya.
" Pagi sekali? Tumben ? " Tanyaku sedikit heran. Biasanya Ibuku berangkat jam 07.30. Dan ini baru pukul 06.00.
" Kau lupa ya ? Hari ini harus pergi ke rumah Pak Harto untuk diskusi soal toko itu ? Kata Kakak lagi.
" Oh iya, lupa aku. Hmmmm...menurut Kakak, apa Ibu bisa bekerja dengan Pak Harto? Tanyaku mulai makan.
" Kakak kira begitu, soalnya masakan Ibu kan enak dan sudah banyak penggemarnya. Pak Harto tentu akan mendapat untung kalo bekerja sama dengan Ibu. Kau tahu kan, coba pikir berapa omset yang akan di dapatkan Pak Harto? Tentu udah balik modal ,to ? Kata Kakak.
" Wahh...banyak tuh,,,,aku yakin sebulan mesti sekitar 3-5 juta.. apalgi kalo di buat restoran, mesti harganya lebih mahal. Mungkin tempe goreng dri harga Rp.500 bisa jadi Rp.1.000....malah mungkin Rp.2.000. Wah, untung banyak ra" Kataku optimis.
" Hahaha, mulai deh. Dasar mata duitan. Ayo cepat habiskan." Kata Kakakku sambil memasukkan suapan terakhirnya.
" Ini juga udah selesai..." Kataku sambil meletakkan piring di tempat cuci piring.
" Mau berangkat ma Kakak?" Tanya Kakakku.
" Ogah akh....enak jalan kaki. Lagi pula ini masih pagi. Aku berangkat dulu ya Kak. " aku pun menggendong tasku dan melangkah pergi.
" Hati-hati" Ucap kakakku samar-samar.
Akupun berjalan dengan santai.Hmmmm...enaknya,pikirku. Aku memang sangat menyukai berjalan pagi seperti ini. Masih sepi dan segar. Tidak ada gangguan-nyaman lah. Jadi enak untuk melakukan apa saja.
Tak sengaja, aku memandang keseberang jalan. Terlihat seseorang disana ingin menyebrang kemari. Kulihat wajahnya yang cukup cantik n manis. Iseng, akupun bersiul kepadanya. Siulanku tidak terlalu keras si, jadi paling dia juga tidak mendengarnya.
Tiba-tiba orang itu memperhatikanku. Akupun balik menatapnya hingga akhirnya kamipun saling menatap. Mata bertemu dengan mata. Dan OH MY GOSHHH ....setelah kuperhatikan ternyata dia cowok. Dan setelah kuamati lebih jeli, ternyata dia siswa SMA Tunas Bangsa-terlihat dari blazer biru muda yang senada dengan dasi dan celana panjangnya. Gawat,pikirku. Aku tau siswa Tunas Bangsa itu terkenal suka mengadu dan berharga diri tinggi. Mati aku.
Terlihat orang itu mulai menyebrang jalan kesisiku. Aku mencoba santai seolah tidak ada apa-apa. Meskipun dalam hatiku salah tingkah sendiri. Sial,,,,mengapa aku tidak memperhatikan lebih jeli. Dan sekarang orang itu pun sampai di depanku dan berjalan didepanku. Amannnn, pikirku. Mungkin orang itu tidak mendengarnya. Hahaha...
" Dasar cewek genit " Kata orang itu sambil berlalu.
Deg
deg
deg.....
" Apa??? kau bilang aku geniittt? Ucapku spontan. Akupun berusaha mengejar orang itu.
" Kenyataan to, cewek genit" ejek orang itu sambil menatapku.
" Aku bukan ce....." kata-kataku terhenti saat wajah kami bertatapan. Aku memperhatikan wajahnya yang sangat cantik dan manis. Tanpa sadar aku terpesona dan mengucapakan:
" cantikkkk" ucapku takjub
Orang itu pun melototiku. Tampaknya ia kesal sekali aku panggil cantik.
Ups...aku baru saja melakukan sedikit kesalahan...
" Hehehe...pissss. Maaf ya " Ucapku sambil cengengesan
" Menyebalkan " Ucapnya. Tampaknya ia kesal denganku.
" Ehhh..jangan marah ya. Aku benar-benar gak sengaja " Ucapku berusaha meminta maaf. Jujur saja, aku sedikit menyesal atas kejadian tadi. Apalagi saat melihat wajah cantiknya itu cemberut. Gak tega aku melihatnya.
" Cihhhh " Katanya sambil mulai berjalan meninggalkanku.
" Heiii...maafin aku " Aku pun berusaha menarik tangannya. Dan akhirnya aku berhasil menarik tangannya.
" Lepasin aku, dasar cewek genit " Ucapnya judes samil melepaskan genggamanku.
" HIIIIIIII.......maaf." Ucapku pelan.
" Merepotkan " Ucapnya sambil berjalan lagi.
" Hoooooo....dasar egoisss" Teriakku kesal. Dia pun tak peduli dan tetap berjalan.
Lama aku terdiam di tempat itu. Kesal sekali aku. Cowok itu egois banget. Gak ada ibanya sama sekali. Tapi, sepertinya dia bukan tipe orang yang suka membesarkan masalah. Semoga ja dia tidak mengadu pada ketua geng SMA Tunas Bangsa. Mati aku kalo dia sampai mengadu pada ketua geng mereka. Bisa terjadi tawuran.
" Ehhhhhh " tiba-tiba Hana seperti tersadar akan sesuatu. Cowok itu memang cantik. Bahkan melebihi kakaknya. Dan hana pun tersenyum kecil sambil nyengir sendiri. Sepertinya ia mendapatkan sebuah ide. " Kalo ketemu lagi, aku akan bertanya siapa namanya.....dia pantas untuk dijadikan umpan. Hahaha" Ucapnya sarkastik.
Apakah yang dimaksud Hana dengan Umpan itu???
Bersambung



0 komentar:
Posting Komentar