Subscribe:

Labels

Rabu, 13 Maret 2013

Bahaya Oral Seks

Hallo semuanya...
Bagaimana kabarnya? semoga sehat selalu ya
Kali ini saya akan memposting tentang oral seks
Apa itu oral? apakah dampak negatif oral seks?


Sebelumnya saya minta maaf kalo artikel saya ini cenderung vulgar,hehehe
Tapi, saya rasa ini bukanlah sebuah hal yang tabu untuk dibicarakan, mengingat banyak pasangan suami istri bahkan pasangan kekasih yang melakukan ini.

Sekilas tentang oral seks

Oral seks yaitu salah satu jenis variasi seks dengan cara memberikan stimulasi mulut atau lidah ke alat kelamin pasangan. jenis oral seks ada 2, yaitu Cunnilingus dan Felatio. Cunnilingus adalah jenis oral seks yang menggunakan lidah atau mulut pria ke organ kelamin wanita. Sedangkan Felatio adalah jenis oral seks dimana menggunakan mulut wanita ke organ kelamin pria. Oral seks diyakini pasangan tidak beresiko kehamilan sehingga banyak orang yang menyukainya. Padahal, dibalik itu semua banyak penyakit yang mungkin saja ditimbulkannya. Apa sajakah itu? 

Bahaya Oral seks(saya copas dari kompasiana.com)

Secara teori, oral pada penis berisiko menularkan penyakit tertentu bagi pasangan karena bisa terinfeksi akibat cairan yang keluar sebelum ejakulasi (pre-ejakulasi) maupun oleh sperma yang masuk.Jika saat itu ada luka terbuka di mukosa mulut, meski kecil dan tidak terlihat, Pasalnya mulut manusia merupakan organ yang hanya di lapisi jaringan halus dan kurang elastis. Mukosa atau jaringan halus pada mulut mudah sekali terluka dan bukan merupakan benteng yang kokoh terhadap datangnya tamu tak di undang, yakni bakteri dan virus.

Disamping itu mulut dan bibir lebih sering mengalami pecah-pecah yang mengundang resiko tertular penyakit melalui oral seks akan lebih mudah dan cepat. Namun, yang harus diwaspadai adalah penyakit menular yang ditimbulkan oleh aktivitas ini, mulai klamidia, herpes genitalis, gonorhea, hepatitis B, HIV dan kutil pada alat kelamin (HPV) dapat ditularkan melalui kontak antara mulut dan kelamin ini. Bahkan, lebih parahnya lagi kanker tenggorokan dan kanker leher rahim (cervix)juga dapat dipicu oleh oral seks.

Hal yang sama juga bisa terjadi bila oral seks dilakukan pada wanita. Risiko penularan HIV bisa terjadi karena cairan vagina yang terinfeksi dan juga darah bisa saja masuk ke mulut. Penularan juga bisa terjadi bila terdapat luka kecil di mulut pasangan yang sedang melakukan oral terinfeksi penyakit menular seksual dan ada luka kecil yang tidak disadari atau iritasi ringan dalam vagina.Penularan HIV pada oral seks memang lebih rendah dibandingkan dengan anal dan vaginal seks akan, tetapi pada beberapa kasus, penularan melalui oral seks dengan vagina telah terbukti ada.

New England Journal of Medicine mengungkapkan, orang yang melakukan oral seks satu sampai dengan lima kali selama hidupnya mempunyai risiko dua kali lebih besar terkena kanker tenggorokan dibandingkan orang yang tidak pernah melakukannya. Sementara itu, mereka yang melakukannya lebih dari lima kali memiliki kemungkinan sekitar 250% terkena kanker tenggorokan.Penelitian lainnya, terlihat ada korelasi antara oral seks dan kanker tenggorokan serta kanker leher rahim (cervix) .Hal ini diyakini . karena dengan terjadinya transmisi dari HPV–virus yang mayoritas menyebabkan kanker leher rahim, terdeteksi juga terjadi pada orang yang melakukan oral seks.
 
Berikut jalan keluarnya

Jika anda menyukai oral seks dan tidak bisa mengubah kebiasaan ini,maka anda wajib memperhatikan kesehatan dari alat-alat genital anda , misalnya dengan mandi terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan sexual .
 
Selain itu bila anda tetap ingin melakukan oral seks dengan cara fellatio (seks oral terhadap organ lelaki) maka harusnya memakai kondom tanpa pelumas atau hilangkan pelumasnya. Apabila anda melakukan cunnnilingus ( seks oral terhadap organ kewanitaan), pasangan anda harus menggunakan pelindung gigi. Alat ini berupa selembar lateks persegi yang di telakkan di atas vulva, sehingga tidak terjadi kontak langsung atau pertukaran cairan tubuh.

Bagaimana? Semoga bermanfaat ya.... 
 

0 komentar:

Posting Komentar